Sunday, March 9, 2014

The Nekad Traveller

Hello! Udah lamaaaa banget gue ga ngeblog. Dari kemaren udah janji mau mulai ngeblog lagi tapi ujungnya berakhir dengan.... wacana. wkwkwk. Kali ini gue mau ceritain tentang perjalanan gue bersama anaknya pak Rojali alias Abduh, asalnya dari Bekasi. Dia ini temen satu univ, satu kampus, satu jurusan, satu angkatan, dan satu kelas (ribet banget dah) Intinya kita ini temen sekelas dan iseng banget pengen ke Yogyakarta. Gue pengen ketemu sama mas gue, dan Abduh mau ketemu sama mbah angkatnya. Udah, mau gue ceritain panjang lebar tentang siapa itu mas gue dan siapa itu mbah angkatnya Abduh, kalian ga bakal kenal. Jadiiii di skip aja. Hoho.

Nah, dengan bermodal doa ibu, akhirnya berangkatlah kita ke Yogyakarta. Awalnya mau langsung ke pantai dulu, sok sok ide mau ngejar sunset gitu. Tapi setelah ditinjau situasi dan kondisinya yang tidak memungkinkan akhirnya kita memutuskan ke pantainya besok aja. Karena bingung mau ngapain, akhirnya kita jalan-jalan ke museum Vredeburg dan Taman Pintar.

 













Habis itu gue ga banyak foto-foto lagi, habis hujan. Kasian kalau si Nick keujanan heheh. Akhirnya setelah puas jalan-jalan kita pun kembali ke tujuan masing-masing. Gue berkunjung ke rumah mas gue dan Abduh ke tempat mbah angkatnya dan temennya. Terus pake acara sok ide pula "gimana kalau besok ngejar sunrise?" tapi berhubung kita realistis sama kemampuan bangun pagi masing-masing akhirnya engga jadi ngejar sunrise wkwkwk

Besok paginya, Abduh nyamper gue ke rumah mas gue buat berangkat ke pantai. Dengan sedikit modus juga buat numpang sarapan disitu. Maklum, mahasiswa. Wahahaha Terima kasih buat mas Dewan, atau biasa disebut Emdewe, dan disingkat jadi Em beserta istrinya yang udah ngasih sarapan dua mahasiswa yang terdampar ini... Kalian dermawan sekali :"

Berhubung Em tau banget kalau gue ini buta arah dan ga pernah dapet nilai diatas KKM soal Peta Buta, akhirnya beliau ceramah panjang lebar tentang gimana caranya ke Pantai. Lengkap dengan petanya. Ajib banget. Tapi berhubung yang bawa kendaraan itu Abduh, gue santai aja haha. Akhirnya setelah sarapan dan acara ceramahan dari Em, berangkatlah kita ke pantai. Jalan jalan men!

 Oh ya btw ini dia Em dan istrinya, kak Ulfa C:

pesan terakhir dari Em yang gue tangkep : "Usahain jangan nyasar. Pokonya gimanapun caranya, jangan nyasar!"

Sekarang modal kita buat berangkat pun bertambah dua: doa ibu, peta dari Em, dan... nekat.
Selama perjalanan yang makan waktu selama 2 jam itu, alhamdulillah berjalan dengan lancar. Sempet-sempetnya pula kita berpikiran buat beli meubel yang dilewatin di pinggir jalan. Yeah  perjalanannya lancar meskipun kebanyakan nanya orang. Setiap ada persimpangan jalan sedikit pasti gue teriak-teriak maksa Abduh buat tanya orang dulu. Mau belok dikit "BENTAR! KITA TANYA ORANG DULU, NTAR NYASAR GIMANA!" Udah kayak berasa di persimpangan jembatan sirotol mustaqim banget lah. Tapi semua itu demi kebaikan, inget kata Em "Usahain jangan nyasar!"

Setelah melewati jalan yang berkelok-kelok, kubangan, beberapa tugu, bahkan sampai hutan... Akhirnya kita sampai di laut... oke harusnya dibilangnya pantai. Tapi gue lebih suka nyebutnya laut. Pokonya laut lah!



Kita pergi ke dua (oke kali ini gue sebutnya pantai) ke dua pantai. Pantai Drini & Pantai Kukup. Soalnya dua pantai ini yang di rekomendasiin sama Em. Soalnya kalau pantai Indrayanti pasti rame. Aaaah pokoknya seneng banget kangen-kangenan sama laut! x)






















































Legaaa banget rasanya udah melebur dan mendebur. Rasanya jadi lebih jernih, habis beberapa hari ini perasaannya lagi sering ga karuan.... Apalagi soal urusan hati (eyaa). Tapi beneran deh, kita perlu menjernihkan hati dan pikiran... Jangan sampai memutuskan sesuatu dalam keadaaan tidak jernih. Yang nantinya cuma membawa kita ke antara penyesalan atau penerimaan. Well that's enough, sampai berbusa-busa cerita kayak gini. Daaaan sampai jumpa lagi di ceita lainnya, semoga hari-hari kalian menyenangkan ya! :)

Tuesday, February 4, 2014

Saat aku terjaga, dan mereka tertidur...


Ayahku sudah tertidur pulas dan masih mengenakan seragam kantornya yang berwarna cokelat muda. Satu bantal menjadi alas kepalanya, satu bantal dipeluknya. Tak lupa disertai dengan dengkurannya yang mahadahsyat dengan desibel yang masih aman pada nilai ambang batas. Aku tahu beliau lelah dengan aktivitasnya hari ini. Semakin keras dengkurannya maka semakin menandakan betapa lelahnya beliau hari ini. Dan tebak apa, aku yakin ia lupa mandi sore hari ini.

Ibuku juga sudah tertidur pulas. Dengan mulut mangap dan sekali-kali beliau mengigau. Obrolan terakhir kami sebelum ia tidur, beliau mengeluh otot pinggangnya yang terasa seperti tertarik. Lalu beliau minta aku membalurkan obat-yang-baginya-mujarab-obat-segala-obat yaitu Eucalyptus. Ini obat fenomenal dikalangan masyarakat Indonesia, nama lainnya adalah minyak kayu putih. Eucalyptus itu nama kerennya hahaha.

Nenek sudah tidur. 10 menit yang lalu terdengar suara pintu dan guyuran air, tampaknya ia terbangun untuk ke toilet. Dan sekarang sudah tidur kembali. Dengan pengamanan ekstra tilam di tempat tidurnya untuk mewaspadai hal-hal yang tidak diinginkan, karena nenekku sudah memasuki fase seperti bayi kembali. Semoga kamu mengerti apa yang aku maksud antara fungsi tilam dan fase bayi :)

Adikku sudah tidur. Tadi sore ia pulang sekolah hujan-hujanan. Sepertinya di jam ini tulang-tulangnya sedang memanjang seiring pertumbuhannya. Konon pertumbuhan tulang anak laki-laki itu lebih pesat daripada perempuan. Terakhir kami ukur, dia sudah lebih tinggi dariku. Dan dia sudah berani mengejek aku yang sekarang lebih pendek darinya. Sial. Oh, selain tulangnya yang tumbuh di saat ini, matanya sedang istirahat total setelah digunakan untuk melihat dunia (maya). Sehabis pulang sekolah ia langsung berkutat di depan laptop, entah itu belajar soal programming C++ atau membuat komponen-komponen design pada game. Kalau dihitung-hitung, sepertinya waktu dia berkutat dengan laptop lebih lama daripada waktu tidurnya. Matanya terkatup erat, lampu kamarnya sudah dimatikan, semoga tidak ada cahaya yang masuk ke matanya hingga ia benar-benar mendapatkan tidur yang berkualitas.

Kakakku-yang meskipun sedang jauh- pasti sekarang juga sudah tertidur. Terakhir kami bicara lewat chatting soal rencana acara rutin kami yaitu hunting foto. Dia modelnya, aku yang ambil gambar. Dia yang bergaya, aku yang mengarahkan. Dia yang berguling diatas rumput, aku yang mencari sudut yang pas. Tidak jarang ia protes setelah berguling di rumput, katanya gatal atau takut kotor. Tapi kamu harus tahu, dalam hal hunting foto aku selalu lebih galak darinya *evil laugh*. Dalam chatting kami membicarakan soal kostum yang membuatku pusing tujuh keliling karena mencari topi bertelinga kucing. Semoga tidurnya pulas, tanpa bermimpi apapun. Khususnya jangan sampai ia mimpi tentang topi kucing yang buat aku pusing itu. Semoga dia tidak ingat. Sekali lagi, semoga tidurnya pulas tanpa mimpi.

Dan yang terakhir kucingku, dia juga sudah tertidur. Tepat disebelah ibu. Hari ini dia sudah berusaha keras merengek minta makan. Walaupun sudah kuberi, tapi ia ketagihan. Ia terus menanti daging ikan laut olahan khusus kucing yang aku simpan di lemari es. Semoga tidurmu pulas Cimot, hari ini kamu dapat bonus daging tambahan dari Syenit :)



Untuk keluargaku yang sudah lelap tidur..
Terima kasih, tidur kalian hari ini menggerakkan hatiku untuk menjadi orang yang lebih baik.
Aku ingin menjadi seseorang yang nyaman bagi orang-orang, lebih nyaman dari bantal-bantal yang ada pada pelukan ayah. Seseorang yang dapat menjadi penyembuh, menjadi obat mujarab lebih dari minyak kayu putih. Seorang sahabat yang bisa saling menjaga, lebih dari sekedar fungsi jaga-jaga tilam dengan nenek. Seseorang yang bisa dipelajari, filterlah baik burukku, ambil baiknya dan buang buruknya.. Seseorang yang diingat, tanpa aku harus muncul ke dalam mimpi. Seseorang yang dapat selalu dinanti kedatangannya karena punya manfaat, penantian yang lebih dari kucingku terhadap daging kesukaannya.

Semoga tidur kalian malam ini nyenyak dan tentunya... berkualitas. Amin! :]

Tuesday, December 24, 2013

{belum ada judul}

Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!

Oke tadi itu cuma biar rame aja. Sekaligus pemecah keheningan atas 'mati suri' blognya Adzkia Andriani beberapa bulan ini... Haf sebenernya agak awkward gimana gitu mau nulis lagi. Habis udah lama sampai-sampai gue bingung mau nyapa gimana.... Aku ngomong apa -_-

Life is like a road. It has bumps, cracks and obstacles
But in the end, it gets you somewhere

And here I am, sekedar kabar-kabari aja. Setelah mengalami perbadaian ujian bermacam varian.... Sekarang Adzkia Andriani udah resmi jadi mahasiswi Universitas Sebelas Maret yang letaknya adalah di Surakarta alias Solo. Pertama-tama gue mau berterima kasih kepada UNS yang udah mau terima gue yang apa adanya ini (?) sebagai mahasiswi disana. Sungguh ini bakalan jadi sebuah kesempatan yang ga bakalan di sia-siakan. Dan yang kedua, gue mau bilang kalau gue masuk Universitas Sebelas Maret ini bukan karena semata-mata terjebak di ruang nostalgia akan tanggal jadian dengan sang mantan kekasih yang lalu.... #Eittt


Lho bukannya dulu pengen banget masuk IPB Ki?
Ya dari dulu juga pengennya sih begitu. Semua jalur udah gue coba. Dari undangan, SBMPTN yang diberi kesempatan 3 pilihan (dan semua pilihannya gue isi IPB), sampai ujian mandirinya pun gue ladenin.... Dan semuanya ditolak. Entah apa rencana Allah dibalik semua ini, gue pun masih penasaran.

Apa yang bisa gue lakuin di sini?
Kontribusi apa yang kira-kira bisa gue lakuin di sini?

Gue rasa dunia terlalu dangkal kalau misalnya gue udah jauh-jauh kuliah yang gue dapet cuma kuliahnya aja. Idealnya hidup itu kayak pedagang. Dimana dia berangkat dengan modal sekian, lalu kembali dengan untung yang banyak. And so do I, dimana gue berangkat ke Solo bermodalkan doa dan kocek orang tua, seharusnya gue dapet banyak pelajaran disini. Bukan cuma materi kuliah aja, tapi juga pelajaran kehidupan.

Klasik banget kalau misal ngejawab dua pertanyaan tadi dengan jawaban "Biar waktu yang menjawab." Eya bin ciye banget kan. Tapi kayaknya emang jawaban paling tepat mungkin itu. Udah ada beberapa pengalaman, rencana-rencana yang udah disusun (dan semoga engga jadi cuma watjana haha), serta orang-orang ajaib yang gue temuin disana. Dari hal-hal itu pasti lama-lama juga akan terjawab kenapa gue harus kuliah disana...






















Gue percaya kalau ada rencana-rencana yang lebih baik yang udah disusun oleh Yang Maha Kuasa.


"Tuhan tidak pernah bermain dadu; termasuk dengan siapa kita bertemu."



Okelah cukup segitu dulu. Semoga liburan 'agak' panjang ini menyenangkan ya! :}

Friday, December 13, 2013

Bip!

Bzzzz bzzzzz.
Oke penangkap radar telah menangkap frekuensi kedatangan Adzkia Andriani yang telah menghilang berjuta detik yang lalu. Ditemukan dalam keadaan sekarat karena dehidrasi akan menulis. Hari ini, dia akan kembali untuk menulis lagi. Bzzz bzzz.


*bukan, bukan yang kiri tapi yang kanan. dan bukan lagi kumpul alienation kok.

Friday, July 26, 2013

Rabb,

Di antara riuh doa sejuta umat manusia,
aku yakin Engkau tetap mendengar doaku.
Sekalipun aku hanya berbisik.
Sekalipun aku hanya berisyarat.


Rabb,

Jawab aku.
Jawab doaku.
Aku yakin Engkau tahu jawaban terbaik
bahkan sebelum aku bertanya.


Rabb,
Aku tahu hari, jam, menit, detik itu telah Kau tentukan.
Selagi aku menanti jawab-Mu,
kuatkan aku.


Rabb,

Aku sudah mulai kepayahan

Tolong aku.



Tolong aku




Tolong aku...

Monday, July 1, 2013

What if

your world doesn't have any colors?

















Saturday, June 1, 2013

A lesson.




Berhubung gue pernah sakit hati, kadang gue suka mikir, pernah gak ya gue nyakitin hati orang? Entah mungkin karena cerewetnya gue terus salah ngomong, atau mungkin perilaku gue yang kurang berkenan, atau apapun alasannya, intinya gue penasaran pernah gak ya gue bikin sakit hati orang?

Sejauh ini yang gue inget, gue pernah bikin sakit hati orang gara-gara kelepasan ngomong. Jadi ceritanya waktu itu gue lagi ngantri sama temen gue di kasir. Nah terus ada mbak-mbak cantik dengan watados-nya (wajah tanpa dosa) sengaja nyerobot antrian. Ya kalau misalnya dia lagi buru-buru bilang permisi kek, apa gitu, ini malah nyerobot terus ga peduli yang dibelakangnya, terus pura-pura sibuk sama gadgetnya padahal gak ngapa-ngapain. Jadilah gue gemes sama si mbak-mbak itu. Waktu itu gue lagi ngobrolin tentang sistem pendidikan sama temen gue *oke ini obrolan yang cukup berat untuk seukuran nunggu antrian* haha eh terus gue kelepasan ngomong "Iya, orang yang ga beretika itu kayak ga berpendidikan." terus si mbak-mbaknya langsung melotot terus nengok ke gue. "Eh mbak! Kalau mau duluan, duluan aja!" kata dia marah sambil senyum nyindir. Yakali gue bisa duluan, orang kasirnya aja udah ngurusin transaksinya dia jadilah gue mempersilahkan dia duluan. Eh setelah lama-lama, kartu kredit si mbaknya itu ditolak terus. Malulah dia. Terus dia langsung cancel transaksi terus teriak-teriak nyari temennya. Menurut gue sih dia ngerasa malu. Udah nyerobot, penolakan kartunya disaksikan sama yang diserobot pula. Wakakakaka

Awalnya gue ngerasa puas juga sih ngetawain si mbak-mbak itu. Terus pas ketemu si mbak-mbak itu di tempat lain, dia keliatan lagi cerita sambil cemberut terus beberapa kali tangannya nunjuk-nunjuk ke gue. Lama kelamaan gue jadi ngerasa bersalah juga, mungkin ga seharusnya gue ngomong kayak gitu. Harusnya mungkin bisa cari kata-kata yang lebih sopan, enggak setajem yang tadi.

Gue menganalogikan hati itu dirawat kayak kita ngerawat bunga mawar. Seringkali kita lupa kalau ada duri di bunga mawar. Sama halnya kita lupa akan adanya duri di hati kita. Duri yang tanpa kita sadari kalau kita biarin aja bisa ngelukain orang lain. Klasik sih emang. Tapi beneran deh, duri-duri ini harus dipangkas habis. Duri di dalam hati itu asalnya dari kebiasaan kita yang buruk, makanya kita harus rajin-rajin pangkas durinya dengan introspeksi dan memperbaiki diri sebelum ngelukain hati orang lain. Soalnya kalau sampai ngelukain hati orang lain urusannya ribet, dimulai dari penyesalan, minta maaf.... wah banyak deh. Gue aja nyesel, gue jadi punya dosa sama si mbak-mbak yang ga gue kenal itu. Gimana mau minta maaf?

Hmmm bunga mawar itu bagus, tapi orang-orang pasti males sama bunga mawar kalau masih ada durinya. Kita mungkin sudah baik, tapi orang pasti males juga kalau masih ada duri-duri dalam diri kita yang suka bikin sakit hati. Bunga yang baik itu yang tanpa duri. Nah makanya, yuk kita ngerawat hati masing-masing, jadi bunga-bunga diri yang terbaik di mata Sang Pencipta :)