Tuesday, March 11, 2014

Dies Natalis UNS ke 38!


Selamat ulang tahun buat universitasku!
Hore banget berhubung hari ini UNS lagi ulang tahun, pak rektor meliburkan perkuliahan hari ini sampai jam 1 siang *sama aja dong kuliah* *dimana letak liburnya* wkwk. Tapi gapapa, denger kata liburnya aja udah cukup seneng kok :")

Gimana Ki kuliah di UNS?
Awalnya gue ga pernah nyangka kalau bakalan kuliah disini. Eh, pas kuliah disini ternyata seneng banget! Entah senang karena faktor universitasnya, kegiatannya, dengan kotanya, atau ketiga-tiganya yang pasti gue seneng kuliah disini. Meskipun harus jauh dari orang tua... Jauh dari Bogor.... Dan sering homesick... yaah jalani dengan senyuman aja deh hoho. 

Kadang suka sedih sih ada aja orang yang ga tau UNS. Pernah suatu kali ngobrol sama orang, begini kronologinya:
O (orang) - G (gue)

O: "Hey dek kuliah dimana sekarang?"
G: "Di UNS hehehehe"
O: "Oooooh Universitas negeri semarang ya?"

O: "Kuliah dimana sekarang?"
G: "UNS hehe"
O: "UNS itu apa?"
G: "Universitas Sebelas Maret"
O: "Lho gimana UNSnya? Harusnya USM dong?"

Blaaaargh! Dan masih banyak pertanyaan lainnya. wkwkwk. Tapi sebenernya dia masuk 10 besar universitas terbaik di Indonesia lho. Nah ini dia foto penampakan UNS:


source: uns.ac.id


Kalau diminta 2 kata untuk universitas gue, gue pilih kata ramah dan sederhana.
Ramah yang gue maksud untuk universitas adalah... Banyak sekali kemudahan-kemudahan yang gue dan temen-temen gue rasain dari universitas. Pelayanannya baik, fasilitasnya juga baik. Kerasa banget makin hari makin ada yang baiknya di universitas ini. Ramah kedua yang gue maksud adalah... orang-orang disini sikapnya mayoritas baik-baik banget. Kalau bicara sopan. Mungkin karena budaya jawa yang kental banget kali ya. Gue yang biasanya ngomong "gue-elu" sekarang ikut-ikutan jadi pake "aku-kamu", biar sopan juga dan menghargai budaya jawa heheheh. Jadi kalau gue kelepasan ngomong "aku-kamu", itu bukan modus wkwk.

Sederhana. Sederhana disini bukan berarti minim fasilitas dan apa-apanya minim lho ya. Fasilitas disini sudah baik, berhubung wifi sekarang jadi tolok ukur baik atau kurang baiknya sebuah kampus... Gue  kasih tau di UNS wifi-nya dimana-mana ada. Ada juga tempat namanya 'puskom' dimana itu tempatnya internetan gratis dengan difasilitasi komputer dengan kecepatan yang oke punya. Usut punya usut, waktu gue ke puskom adminnya..... GANTENG! Haha modus dikit gapapa lah ya :p Ohya kampusnya oke. Wah semuanya oke meskipun gak 'wow' banget. Sederhananya universitas ini bisa jadi tempat yang nyaman untuk bernaung menimba ilmu, mendedikasikan diri, mengkontribusikan sesuatu, mencari pengalaman, dan sebagainya :)



di UNS pernah ada acara Mata Najwa yang di Metro TV lho~

di GOR UNS waktu acara dekan cup.

Suasana senja di GOR UNS~

Semoga ke depannya UNS bisa makin baik lagi, makin positif, dan gue bisa banyak berkontribusi di UNS... Jadi salah satu mahasiswa agent of change UNS punya! :p amiiin. Hidup Mahasiswa! UNS Active!

Sunday, March 9, 2014

The Nekad Traveller

Hello! Udah lamaaaa banget gue ga ngeblog. Dari kemaren udah janji mau mulai ngeblog lagi tapi ujungnya berakhir dengan.... wacana. wkwkwk. Kali ini gue mau ceritain tentang perjalanan gue bersama anaknya pak Rojali alias Abduh, asalnya dari Bekasi. Dia ini temen satu univ, satu kampus, satu jurusan, satu angkatan, dan satu kelas (ribet banget dah) Intinya kita ini temen sekelas dan iseng banget pengen ke Yogyakarta. Gue pengen ketemu sama mas gue, dan Abduh mau ketemu sama mbah angkatnya. Udah, mau gue ceritain panjang lebar tentang siapa itu mas gue dan siapa itu mbah angkatnya Abduh, kalian ga bakal kenal. Jadiiii di skip aja. Hoho.

Nah, dengan bermodal doa ibu, akhirnya berangkatlah kita ke Yogyakarta. Awalnya mau langsung ke pantai dulu, sok sok ide mau ngejar sunset gitu. Tapi setelah ditinjau situasi dan kondisinya yang tidak memungkinkan akhirnya kita memutuskan ke pantainya besok aja. Karena bingung mau ngapain, akhirnya kita jalan-jalan ke museum Vredeburg dan Taman Pintar.

 













Habis itu gue ga banyak foto-foto lagi, habis hujan. Kasian kalau si Nick keujanan heheh. Akhirnya setelah puas jalan-jalan kita pun kembali ke tujuan masing-masing. Gue berkunjung ke rumah mas gue dan Abduh ke tempat mbah angkatnya dan temennya. Terus pake acara sok ide pula "gimana kalau besok ngejar sunrise?" tapi berhubung kita realistis sama kemampuan bangun pagi masing-masing akhirnya engga jadi ngejar sunrise wkwkwk

Besok paginya, Abduh nyamper gue ke rumah mas gue buat berangkat ke pantai. Dengan sedikit modus juga buat numpang sarapan disitu. Maklum, mahasiswa. Wahahaha Terima kasih buat mas Dewan, atau biasa disebut Emdewe, dan disingkat jadi Em beserta istrinya yang udah ngasih sarapan dua mahasiswa yang terdampar ini... Kalian dermawan sekali :"

Berhubung Em tau banget kalau gue ini buta arah dan ga pernah dapet nilai diatas KKM soal Peta Buta, akhirnya beliau ceramah panjang lebar tentang gimana caranya ke Pantai. Lengkap dengan petanya. Ajib banget. Tapi berhubung yang bawa kendaraan itu Abduh, gue santai aja haha. Akhirnya setelah sarapan dan acara ceramahan dari Em, berangkatlah kita ke pantai. Jalan jalan men!

 Oh ya btw ini dia Em dan istrinya, kak Ulfa C:

pesan terakhir dari Em yang gue tangkep : "Usahain jangan nyasar. Pokonya gimanapun caranya, jangan nyasar!"

Sekarang modal kita buat berangkat pun bertambah dua: doa ibu, peta dari Em, dan... nekat.
Selama perjalanan yang makan waktu selama 2 jam itu, alhamdulillah berjalan dengan lancar. Sempet-sempetnya pula kita berpikiran buat beli meubel yang dilewatin di pinggir jalan. Yeah  perjalanannya lancar meskipun kebanyakan nanya orang. Setiap ada persimpangan jalan sedikit pasti gue teriak-teriak maksa Abduh buat tanya orang dulu. Mau belok dikit "BENTAR! KITA TANYA ORANG DULU, NTAR NYASAR GIMANA!" Udah kayak berasa di persimpangan jembatan sirotol mustaqim banget lah. Tapi semua itu demi kebaikan, inget kata Em "Usahain jangan nyasar!"

Setelah melewati jalan yang berkelok-kelok, kubangan, beberapa tugu, bahkan sampai hutan... Akhirnya kita sampai di laut... oke harusnya dibilangnya pantai. Tapi gue lebih suka nyebutnya laut. Pokonya laut lah!



Kita pergi ke dua (oke kali ini gue sebutnya pantai) ke dua pantai. Pantai Drini & Pantai Kukup. Soalnya dua pantai ini yang di rekomendasiin sama Em. Soalnya kalau pantai Indrayanti pasti rame. Aaaah pokoknya seneng banget kangen-kangenan sama laut! x)






















































Legaaa banget rasanya udah melebur dan mendebur. Rasanya jadi lebih jernih, habis beberapa hari ini perasaannya lagi sering ga karuan.... Apalagi soal urusan hati (eyaa). Tapi beneran deh, kita perlu menjernihkan hati dan pikiran... Jangan sampai memutuskan sesuatu dalam keadaaan tidak jernih. Yang nantinya cuma membawa kita ke antara penyesalan atau penerimaan. Well that's enough, sampai berbusa-busa cerita kayak gini. Daaaan sampai jumpa lagi di ceita lainnya, semoga hari-hari kalian menyenangkan ya! :)

Tuesday, February 4, 2014

Saat aku terjaga, dan mereka tertidur...


Ayahku sudah tertidur pulas dan masih mengenakan seragam kantornya yang berwarna cokelat muda. Satu bantal menjadi alas kepalanya, satu bantal dipeluknya. Tak lupa disertai dengan dengkurannya yang mahadahsyat dengan desibel yang masih aman pada nilai ambang batas. Aku tahu beliau lelah dengan aktivitasnya hari ini. Semakin keras dengkurannya maka semakin menandakan betapa lelahnya beliau hari ini. Dan tebak apa, aku yakin ia lupa mandi sore hari ini.

Ibuku juga sudah tertidur pulas. Dengan mulut mangap dan sekali-kali beliau mengigau. Obrolan terakhir kami sebelum ia tidur, beliau mengeluh otot pinggangnya yang terasa seperti tertarik. Lalu beliau minta aku membalurkan obat-yang-baginya-mujarab-obat-segala-obat yaitu Eucalyptus. Ini obat fenomenal dikalangan masyarakat Indonesia, nama lainnya adalah minyak kayu putih. Eucalyptus itu nama kerennya hahaha.

Nenek sudah tidur. 10 menit yang lalu terdengar suara pintu dan guyuran air, tampaknya ia terbangun untuk ke toilet. Dan sekarang sudah tidur kembali. Dengan pengamanan ekstra tilam di tempat tidurnya untuk mewaspadai hal-hal yang tidak diinginkan, karena nenekku sudah memasuki fase seperti bayi kembali. Semoga kamu mengerti apa yang aku maksud antara fungsi tilam dan fase bayi :)

Adikku sudah tidur. Tadi sore ia pulang sekolah hujan-hujanan. Sepertinya di jam ini tulang-tulangnya sedang memanjang seiring pertumbuhannya. Konon pertumbuhan tulang anak laki-laki itu lebih pesat daripada perempuan. Terakhir kami ukur, dia sudah lebih tinggi dariku. Dan dia sudah berani mengejek aku yang sekarang lebih pendek darinya. Sial. Oh, selain tulangnya yang tumbuh di saat ini, matanya sedang istirahat total setelah digunakan untuk melihat dunia (maya). Sehabis pulang sekolah ia langsung berkutat di depan laptop, entah itu belajar soal programming C++ atau membuat komponen-komponen design pada game. Kalau dihitung-hitung, sepertinya waktu dia berkutat dengan laptop lebih lama daripada waktu tidurnya. Matanya terkatup erat, lampu kamarnya sudah dimatikan, semoga tidak ada cahaya yang masuk ke matanya hingga ia benar-benar mendapatkan tidur yang berkualitas.

Kakakku-yang meskipun sedang jauh- pasti sekarang juga sudah tertidur. Terakhir kami bicara lewat chatting soal rencana acara rutin kami yaitu hunting foto. Dia modelnya, aku yang ambil gambar. Dia yang bergaya, aku yang mengarahkan. Dia yang berguling diatas rumput, aku yang mencari sudut yang pas. Tidak jarang ia protes setelah berguling di rumput, katanya gatal atau takut kotor. Tapi kamu harus tahu, dalam hal hunting foto aku selalu lebih galak darinya *evil laugh*. Dalam chatting kami membicarakan soal kostum yang membuatku pusing tujuh keliling karena mencari topi bertelinga kucing. Semoga tidurnya pulas, tanpa bermimpi apapun. Khususnya jangan sampai ia mimpi tentang topi kucing yang buat aku pusing itu. Semoga dia tidak ingat. Sekali lagi, semoga tidurnya pulas tanpa mimpi.

Dan yang terakhir kucingku, dia juga sudah tertidur. Tepat disebelah ibu. Hari ini dia sudah berusaha keras merengek minta makan. Walaupun sudah kuberi, tapi ia ketagihan. Ia terus menanti daging ikan laut olahan khusus kucing yang aku simpan di lemari es. Semoga tidurmu pulas Cimot, hari ini kamu dapat bonus daging tambahan dari Syenit :)



Untuk keluargaku yang sudah lelap tidur..
Terima kasih, tidur kalian hari ini menggerakkan hatiku untuk menjadi orang yang lebih baik.
Aku ingin menjadi seseorang yang nyaman bagi orang-orang, lebih nyaman dari bantal-bantal yang ada pada pelukan ayah. Seseorang yang dapat menjadi penyembuh, menjadi obat mujarab lebih dari minyak kayu putih. Seorang sahabat yang bisa saling menjaga, lebih dari sekedar fungsi jaga-jaga tilam dengan nenek. Seseorang yang bisa dipelajari, filterlah baik burukku, ambil baiknya dan buang buruknya.. Seseorang yang diingat, tanpa aku harus muncul ke dalam mimpi. Seseorang yang dapat selalu dinanti kedatangannya karena punya manfaat, penantian yang lebih dari kucingku terhadap daging kesukaannya.

Semoga tidur kalian malam ini nyenyak dan tentunya... berkualitas. Amin! :]

Tuesday, December 24, 2013

{belum ada judul}

Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!

Oke tadi itu cuma biar rame aja. Sekaligus pemecah keheningan atas 'mati suri' blognya Adzkia Andriani beberapa bulan ini... Haf sebenernya agak awkward gimana gitu mau nulis lagi. Habis udah lama sampai-sampai gue bingung mau nyapa gimana.... Aku ngomong apa -_-

Life is like a road. It has bumps, cracks and obstacles
But in the end, it gets you somewhere

And here I am, sekedar kabar-kabari aja. Setelah mengalami perbadaian ujian bermacam varian.... Sekarang Adzkia Andriani udah resmi jadi mahasiswi Universitas Sebelas Maret yang letaknya adalah di Surakarta alias Solo. Pertama-tama gue mau berterima kasih kepada UNS yang udah mau terima gue yang apa adanya ini (?) sebagai mahasiswi disana. Sungguh ini bakalan jadi sebuah kesempatan yang ga bakalan di sia-siakan. Dan yang kedua, gue mau bilang kalau gue masuk Universitas Sebelas Maret ini bukan karena semata-mata terjebak di ruang nostalgia akan tanggal jadian dengan sang mantan kekasih yang lalu.... #Eittt


Lho bukannya dulu pengen banget masuk IPB Ki?
Ya dari dulu juga pengennya sih begitu. Semua jalur udah gue coba. Dari undangan, SBMPTN yang diberi kesempatan 3 pilihan (dan semua pilihannya gue isi IPB), sampai ujian mandirinya pun gue ladenin.... Dan semuanya ditolak. Entah apa rencana Allah dibalik semua ini, gue pun masih penasaran.

Apa yang bisa gue lakuin di sini?
Kontribusi apa yang kira-kira bisa gue lakuin di sini?

Gue rasa dunia terlalu dangkal kalau misalnya gue udah jauh-jauh kuliah yang gue dapet cuma kuliahnya aja. Idealnya hidup itu kayak pedagang. Dimana dia berangkat dengan modal sekian, lalu kembali dengan untung yang banyak. And so do I, dimana gue berangkat ke Solo bermodalkan doa dan kocek orang tua, seharusnya gue dapet banyak pelajaran disini. Bukan cuma materi kuliah aja, tapi juga pelajaran kehidupan.

Klasik banget kalau misal ngejawab dua pertanyaan tadi dengan jawaban "Biar waktu yang menjawab." Eya bin ciye banget kan. Tapi kayaknya emang jawaban paling tepat mungkin itu. Udah ada beberapa pengalaman, rencana-rencana yang udah disusun (dan semoga engga jadi cuma watjana haha), serta orang-orang ajaib yang gue temuin disana. Dari hal-hal itu pasti lama-lama juga akan terjawab kenapa gue harus kuliah disana...






















Gue percaya kalau ada rencana-rencana yang lebih baik yang udah disusun oleh Yang Maha Kuasa.


"Tuhan tidak pernah bermain dadu; termasuk dengan siapa kita bertemu."



Okelah cukup segitu dulu. Semoga liburan 'agak' panjang ini menyenangkan ya! :}

Friday, December 13, 2013

Bip!

Bzzzz bzzzzz.
Oke penangkap radar telah menangkap frekuensi kedatangan Adzkia Andriani yang telah menghilang berjuta detik yang lalu. Ditemukan dalam keadaan sekarat karena dehidrasi akan menulis. Hari ini, dia akan kembali untuk menulis lagi. Bzzz bzzz.


*bukan, bukan yang kiri tapi yang kanan. dan bukan lagi kumpul alienation kok.

Friday, July 26, 2013

Rabb,

Di antara riuh doa sejuta umat manusia,
aku yakin Engkau tetap mendengar doaku.
Sekalipun aku hanya berbisik.
Sekalipun aku hanya berisyarat.


Rabb,

Jawab aku.
Jawab doaku.
Aku yakin Engkau tahu jawaban terbaik
bahkan sebelum aku bertanya.


Rabb,
Aku tahu hari, jam, menit, detik itu telah Kau tentukan.
Selagi aku menanti jawab-Mu,
kuatkan aku.


Rabb,

Aku sudah mulai kepayahan

Tolong aku.



Tolong aku




Tolong aku...

Monday, July 1, 2013

What if

your world doesn't have any colors?