Monday, February 27, 2012

Deskripsi.

Nama : Adzkia Andriani
Tempat/Tanggal Lahir : Bogor, 26 Januari 1995
Deskripsi ;
Berisik. Susah buat diem, sekalinya diem pikirannya yang lagi berisik. Suka binatang (yang jinak) udah kebal di cakar sama kucing, di gigitin sama Hamster, pernah punya kucing hutan super galak +udah pernah di serang sama kera & ayam jago. Makanya, jadi suka makanin ayam goreng khas Sukabumi *sebenernya ga ada nyambungnya sih* *bilang aja emang suka makan*. Bersyukur -untuk saat ini- berat badan masih konstan dan normal, tapi khawatir kayaknya gen buncit dari ayahnya baru nurun nanti saat dewasa ._. Kalau lagi di jalan sukanya ngeliatin jalan sambil mikirin orang dijalan. Suka traveling dan kuliner tapi tetep check halalnya., kalau enggak. halal...buang aja. Pecinta donat dan green tea *kecuali Ocha* intinya tetep aja suka makan. Berniat untuk melanjutkan di bidang jurnalistik, atau jadi entrepreneur. Yang pasti mau jadi ibu rumah tangga yang baik hati juga hemat listrik, air, tagihan telepon. Kalau soal masak, angkat tangan baru bisa masak telor ceplok masak air pernah gosong. Paling jago cuci piring, kalu nyetrika masih suka kusut sekusut mukanya #eh. Suka salah kostum, ga pake baju branded yang penting nyaman. Suka nyanyi, tapi liriknya cuma disitu-situ aja dan diulang terus karena ga hafal semuanya. Lirik sesuai dengan suasana hati. Yang mendengar, dan selalu ingin didengarkan. Yang suka membaca, dan senang dibaca baik tulisannya, maupun pikirannya. Suka orang yang peka & menghargai. Ketakutan duniawi yang paling diwanti-wanti adalah; Gelap & Kehilangan. Target universitas: IPB Fakultas Ekologi Manusia (amiiiinnn) Berkali-kali jatuh dan belajar merangkak kembali. Suka hal-hal yang positif dan sederhana. Punya 1001 cara bahagia dengan sederhana :)


Saturday, February 25, 2012

#02


Hujan Yang Bercerita

Ada suatu hari, sahabatku bercerita
Tentang kisah hujan dan dirinya
Hujan sahabatnya
Hujan yang mengiringi pilu dan bahagianya
Yang seolah memiliki bahasa untuk mengerti dirinya
Yang turun meluruhkan air mata ketika menangis
Yang mencurahkan rahmat dari Tuhan atas bahagianya
Tak heran, ia sahabatku yang selalu menari ketika hujan turun.
Karena hujan, adalah melodi dalam hidupnya

Aku pun baru mengenali hujan darinya
Aku baru menyadari bahwa ketika air melebur dengan tanah,
akan selalu membawa cerita
Entah cerita kenangan lalu, atau cerita baru
Hujan selalu gaduh seolah ramai menceritakan ribuan kisah
Dari ribuan kisah, akan ada satu cerita
Sebuah nama, satu yang di rindu.

Teruslah turun hujan, teruslah bercerita
Karena memori bukanlah hal yang untuk dibenci, tapi disyukuri
Seolah seperti kemarau gersang yang mengharap hujan
Aku menunggu hujan, yang akan kembali membawa cerita.

Bogor, 25 Februari 2012
Adzkia Andriani.

p.s : selamat hari persahabatan u/ Nadya Jeihan Riyani, si penari saat hujan :)
& u/ sebuah nama, kamu satu yang selalu dirindu.

Tentang huruf yang pertama, Alif.

Hari ini gue kehilangan seseorang (lagi). Temen sekelas gue, yang ga terduga bakalan pergi kemarin siang, di rajanya hari atau.... Hari Jum'at. Alif orangnya baik, matanya agak jahil, suka bercanda tapi tidak berlebihan. Dia juga suka bantuin gue buat naro buku di loker, dan dia ngerasa ga keberatan. Lokernya ada di sebelah bagian atas dari loker punya gue, kalau gue sama dia lagi buka loker ga jarang kepala gue kejedug pintu loker dia atau ga ketendang sama Alif. Kadang, buku yang gue titipin dimasukkin ke loker dia. Gue masih inget permintaan dia yang kemaren, tiba-tiba dia bawain buku sejarah gue "Ki, pinjem buku lu yak" terus gue malah nolak "Yaaah lif engga ah, gue juga ga ada buku" "Pliiiis gue ga ada buku" "ya sama gue juga" "yaudah deh gapapa" "Hehe makasih ya udah bawain buku gue ngehehehe" "Iya sama sama" Lif, kalau aja gue tau itu permintaan lu yang terakhir, gue pasti bakalan minjemin buku sejarah gue ke lu.

Alif juga kocak, dia suka tiba-tiba ketawa sendiri. Atau ngikutin gue ketawa setan yang terkekeh-kekeh (wekekekekkk) menurut dia ketawa gue aneh. Gue ga marah kok di bilang ketawa gue aneh, seengganya itu bisa bikin kita ketawa bareng. Banyak yang bilang, lu keliatan kayak tidur pulas..... seperti biasa di kelas kalau tidur. Semoga itu pertanda baik ya Lif, semoga itu pertanda lu tenang dan merasa aman.

Orang baik pasti ketemu dengan orang baik
Gue denger cerita tentang lu dari salah seorang kerabat. "Tadi pagi kita masih makan bareng, ayamnya ga habis. Terus dia ngasihin ke ibunya, 'sayang mah kalau ayamnya ga abis'..." Lu orang baik, lu peduli sama banyak orang, juga lo dapet timbal balik banyak yang peduli sama lu, lu banyak di doain.... Lu banyak ketemu orang baik.




Gausah takut, disini banyak yang sayang sama lu, dan bakalan selalu doain lu.






Thursday, February 23, 2012

Rise and shine


Hello!

Seetelah sekian lama ga ngeblog --karena yang ngetik sedang dilanda badai galau-- akhirnya bisa ngeblog lagi. See, sebulan ini isi blog gue galau semua. Sampai ada beberapa yang protes, karena isi blog gue mendadak jadi galau maksimal gini :| maaf yaaa. Ya tapi berhubung ga ada larangan ngegalau di blog, yaudah deh.

Kenapa jadi banyak puisi.... Dari dulu gue suka baca puisi atau bikin puisi di buku-buku kecil. Khususnya, karya-karya tulisan Dewi Lestari yang luar biasa menurut gue. Gue suka kata-kata yang bermakna konotasi. Karena lebih indah, dan di balik kata-kata konotasi tersebut memiliki arti tersendiri yang tersimpan. Dan terima kasih buat Enjeh yang udah mengenalkan cara menangis, kecewa, sedih, dan jatuh cinta yang lebih baik, yaitu lewat puisi. Gue berharap dia engga berhenti menulis dengan kisah hujannya :)

Well, film serial New Girl kayaknya berhenti ya? Padahal itu lumayan kocak.
Sekarang kegiatan gue bermacam-macam. Tadi aja gue baru selesai ngebersihin kandang hamster, terus belajar menjahit, cuci piring...dan nyapu rumah (mumpung lagi libur) macem-macem deh. Kalaupun ga ada kegiatan ya paling nonton TV. Kalau lagi sekolah ya ngerjain soal-soal atau konsen berat sama pelajarannya. Biar bisa mengurangi frekuensi mikirin si Juragan. Gue juga jadi sibuk dengan baca buku, udah 3 buku gue lahap dalam seminggu ini,buku lahapan selanjutnya adalah Madre. Gue juga lagi nabung buat beli buku-buku baru, khususnya Recto Verso, dan Supernova. Semuanya karangan Dewi Lestari :))

Yup, dari serpihan-serpihan semangat yang tersisa, gue bisa kembali utuh.
Patah hati mungkin kayak di suntik. Kita takut (khususnya gue yg takut di suntik) terus... rasanya sakit, ngagetin. Tapi setelah itu bisa sembuh lagi, dan ada sesuatu yang baik setelahnya. Misalkan anjing lagi sakit rabies, disuntik obat rabies, jadi sembuh deh.

Menyembuhkannya juga ga harus cari pacar baru. Move On itu menurut gue ga identik dengan seseorang yang baru. Tapi diri kita yang baru, kita yang lebih menghargai diri kita sendiri. Kadang, kita lebih menghargai orang lain sementara kita sendiri sakit. Gue bisa menikmati kemandirian gue, dengan kegiatan gue, dengan orang-orang yang ada disekitar gue. Gue tahu, kita semua punya segudang cinta yang selalu membuncah. Dan kita menyalurkan perasaan tersebut dengan someone special #eaaa ;;) tapi setelah kita kehilangan orang tersebut, kita bingung mau kemana perasaan itu harus disalurkan. Nah penyalurannya juga ga harus ke pacar baru!! Tapi ke orang sekitar kita....bahkan binatang piaraan kita. Contohnya si hamster kebagian cinta gue dengan cara dibersihin kandang hamsternya, sekarang dia hidup sejahtera di singgasana kerajaan kandangnya.

Nah gue rasa udah kebanyakan sharingnya. Oh ya,
Meskipun rasa cinta yang membuncah itu udah gue bagi-bagi,
tapi gue masih menyisakan sisa untuk dia yang sedang jenuh dalam aktifitasnya.
Gue bakalan selalu ada buat dia.

have a nice life y'all!

Saturday, February 18, 2012

Sungai Yang Mendamba



Mata air menyapa riak tenang mengubah menjadi arus
Membasahi sungai, merembes tanah, memberi nafas kehidupan
Penuh ego mengikis bebatuan
Berderai mengejar hamparan air yang luas
Tak sabar melebur bersama ombak bersahut-sahutan
Terlalu mendamba pada titik akhir muara.....,
Lautan.

Sungai seringkali membawa luapan-luapan yang perlu lautan tampung
Sekuat tenaga buih-buih air menantang matahari
Saling menjaga menekan butir per butir air tak menjadi awan
Alirannya tak segan membawa air jernih,
walaupun pada akhirnya lautan selalu menganggap sungai adalah aliran yang kotor
Tapi, sungai akan terus mengalir menuju titik muaranya
Ia berusaha tetap utuh, dan selalu ada untuk mengalir
Meskipun, lautan telah mengering........atau lautan itu memang tidak ada

Karena setiap alirannya, akan menjadi saksi bahwa sungai itu ada


Bogor, 18 Februari 2012
Adzkia Andriani

Friday, February 17, 2012

Older post

ga sengaja keinget pernah posting ini,

http://bit.ly/AseaVr

enjoy :)

Thursday, February 16, 2012

Dengar fiksinya, Baca musiknya.



"...Tak ada yang muluk dari obat flu dan air putih. Tapi kamu mempertanyakannya seperti putri minta dibuatkan seribu candi dalam semalam."




Curhat Buat Sahabat -Dewi Lestari

Sahabatku, usai tawa ini
Izinkan aku bercerita

Telah jauh, ku mendaki
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau di sana

Telah jauh, ku terjatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku disini...

Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik : "Pandang aku, kau tak sendiri,
oh dewiku..."
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang
Itu saja kuinginkan

Sahabatku, bukan maksud hati membebani,
Tetapi...

Telah lama, kumenanti
Satu malam sunyi untuk kuakhiri
Dan usai tangis ini, aku kan berjanji...

Untuk diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring sakit
Menentang malam, tanpa bimbang lagi
Demi satu dewi yang lelah bermimpi
Dan berbisik : "Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku..."

Wahai tuhan,
jangan bilang lagi, itu terlalu tinggi...