Thursday, June 9, 2016

15 menit lagi saatnya berbuka puasa.


Saya bingung mau ngapain? Jadi saja saya nyasar di sini. Berhubung ini temanya lagi menunggu buka puasa, saya akan bercerita tentang siapa-siapa saja yang akan menemani buka puasa maghrib ini... WARNING. Setelah dipikir-pikir sumpah ini cerita ga penting banget. Bagi kalian yang sensitif terhadap hal-hal yang ga penting mending langsung close halaman ini. Kalau masih penasaran ya terserah. Tapi sumpah sumpah sumpah, ini cerita ga penting. Tapi saya iseng, tapi saya seneng, jadi saya post aja. Heheheh. Ini dia teman-teman saya berbuka puasa hari ini....


SENDOK




Sendok adalah teman berbuka yang paling setia. Dia selalu ada selama saya rajin mencucinya, dan dia selalu melindungi tangan saya agar tidak kotor dari bumbu-bumbu masakan. Dia juga menjaga saya agar tetap makan dengan rapi, tidak seperti bebek (padahal saya belum pernah lihat bebek makannya kayak gimana) Terima kasih sendok, jikalau nanti saya punya kekuatan mejik ala-ala Dedy Corbuzier, saya berjanji tidak akan pernah membengkokkan kamu.... Kecuali kalau tidak sengaja keinjek



KERTAS BUNGKUSAN NASI

oke aku ngaku, itu sebenernya nasi bungkus punya orang
yang saya belum dibungkus wkwk

Wahai kertas bungkusan nasi, yang asal muasalnya dari mba Nurul. Meskipun kehadiranmu belum datang saat ini, saya akan lebih dahulu menceritakan kamu yang cokelat eksotis karena minyak masakan mba Nurul. Wahai kertas bungkus nasi, terima kasih kamu telah rela berkorban dikaretin maupun disteples  demi menjaga nasi-laukpauk-sayur untuk berbuka saya nanti. Sungguh, saya tahu rasanya berkorban demi orang lain. Apalagi nasib kamu, setelah berkorban disteples, jadi piring sementara... kemudian dibuang. Memang terkadang tidak semua hal dapat dipertahankan, baik itu sebuah hubungan maupun perasaan. Maafkan saya wahai kertas bungkus.

 JAM WEKER

ini gambar dari google, jam weker saya mah lebih ganteng
*riya* wkwk

Sebenarnya apa bahasa Indonesia dari jam weker? Beker? Entahlah. Bagi yang penasaran silahkan mencari di kamus KBBI. Sebenarnya, saya juga penasaran. Tapi saya lebih penasaran di menit ke berapa muadzin akan mengumandangkan adzan maghrib. Hehehehe. Apa yang paling aku suka dari jam weker? Karena dia satu-satunya penunjuk jam yang paling besar dibanding jam tangan dan handphone saya (iya saya ga punya jam dinding, habis bapak kost nanti protes terlalu banyak paku di dinding) hohoho. Selain itu, kamu tahu apa yang paling aku suka dari kamu, wahai jam weker? Karena kamu menunjukkan waktu. Karena waktu tak pernah berkhianat, apapun yang terjadi detiknya akan terus bergerak sebagaimana semestinya. Pernah sekali aku dikhianati seorang teman, pedih juga rasanya. Wahai jam weker penunjuk waktu, terima kasih karena kehadiranmu mengingatkanku bahwa.. setidaknya ada satu hal yang tidak akan pernah berkhianat kepadaku. Tenang saja jam weker, aku tidak akan marah dengan seseorang itu. Aku hanya akan melupakannya. Karena 1 menit marahku terlalu berharga untuk kehilangan 60 detik bahagiaku.


Itu lah teman-temanku berbuka di maghrib ini.
Mereka kecil,  mungkin sepele, namun hal kecil kadang bisa memberi makna.
Omong-omong, muadzin sudah mengumandangkan adzan... ini saatnya untuk berbuka. Selamat berbuka puasa, berbuka lah dengan yang pasti. Karena yang manis belum tentu pasti, yang pasti (biasanya) tentu manis #hayoloh #awasbaper #enggatanggungjawab #kabur #nyaritakjil #entahdimana #kalaugadapet #gantigorengan #sumpah #ini #hashtag #macam #apa #wkwkwkwk


Byebye! J

No comments:

Post a Comment